Translate

Selasa, 29 Maret 2016

RAPUH

Aku selalu rapuh mengingat perjalananku
kenapa aku selalu berada di garis yang rabun
antara  ada dan tiada
sampai detik ini
menyebut cinta tapi hanya tersisa luka
tertimbun siksa
mengiris asa
dan menghancurkan segala ketegaran yang kadang hanya sekedar sisa
adakah cara indah untuk menghilangkan luka
sekaligus untuk  menghapus…cinta ?

SALAH

Temanku bilang aku sedang salah dalam mencintai…
Aku mencintai orang salah, tapi aku tidak merasa salah sama sekali
Apakah salah, bila aku salah mencintai?
Kenapa salah bila aku salah  mencintai??
Bukankah cinta bukan perkara salah atau benar
Tapi bisa apa tidak menerima suatu kesalahan dan memberi kesempatan untuk tak lagi salah
Atau aku memang benar-benar salah???
Ah...mungkin benar, aku sedang  salah.....

APAKAH INI

benarkah ini bukan cinta? Kalau iya, kenapa aku cemburu saat bersama; atau ini hanya retorika? Kalau iya, kenapa ia memintaku menunggu; atau ini hanya canda? Kalau iya, kenapa ia selalu membayangiku; atau ini hanya fatamorgana? Kalau iya kenapa ia mengikatku untuk selamanya.. Tuhan, berilah aku jawab itu...Siapakah dia bagiku??.... meski hatiku merindu, tapi tak hangat lagi seperti dulu...

CINTA

Ah indahnya bersama dia malam ini, seperti malam sebelumnya. Lebih indah lagi karena dia tak tau aku mengaguminya. Akh menyebalkan perasaan ini, ketika hampir tak bisa menguasainya. Ketika aku menunggu untuk sekian lama dan dia tetap tak ada (dulu). Tapi kini dia selalu ada untukku..meski dia akan pergi, meski dia akan menghilang, meski ada dinding menghalang. Tapi aku percaya dia terkirim untukku hari ini...

Aku suka ketika dia tertawa, kusuka ketika bernyanyi sambil melihatku, meski dia tak berkata lagu itu untukku.. Kusuka dia apa adanya..

Lagi-lagi aku hanya terbodoh duduk disampingnya, menikmati pesona kesederhanaannya yang kadang mengagumkan, pesona alaminya yang kuat..yang dulu kukira luar biasa ternyata hanya biasa. Dia memang sederhana namun itulah dia jadi sempurna..

KAMU

Aku menyukai semua yang ada padamu, terlebih lucumu. Sebenarnya kamu rapuh tapi kulihat kau coba untuk utuh..
Selamat datang di dunia nyata..tempat berpijak sebenarnya.
Tempat dimana kau akan merasakan nikmatnya derita, indahnya nelangsa, dan manisnya nestapa. Duka tak bertuan, luka tak berkawan, cinta tak terlawan..
Inilah mimpi, cinta, harapan, bahkan kemunafikan...saling mengisi, melengkapi, bahkan meratapi..
Senyum,, kau akan bahagia karenanya. Itulah yang banyak kau punya...aku suka!!

MENANTI CINTANYA

Entah apa yang aku rasakan. Segala rasa yang penuh emosi dan asa. Selalu menanti dirimu berubah lebih manis dan indah. Menanti kesempatan bertemu selalu, dan akhirnya menanti mendengarmu mengatakan cinta. Ahh, sungguh sesak dan melelahkan. Kadang terlintas kenapa aku harus memikirkanmu, sementara kamu tidak? Kenapa aku harus lelah sendiri mengambang dan menanti yang tak pasti. Perasaan ini turun dan naik seperti gelombang tsunami, dahsyat! bahkan sanggup melumpuhkan segala memori indah tentang yang lain..
Kamu tidak menyadari telah melumat habis rasaku yang masih tersisa dalam kerapuhan, yang kusembunyikan dalam kumpulan senyum yang kadang hanya fatamorgana.
Berpura-pura kuat dan tidak membutuhkanmu adalah kebodohan yang sering kupelihara agar egoku tetap terjaga. Tapi ternyata sia-sia, karena hatiku hari ini sangat merana.
Oh,,,sang cinta, jangan pergi terlalu lama. Aku mau kita selalu bersama, agar ku tak lelah dalam pasungan hatiku yang tak bertepi padanya. Bila aku harus mengakhiri semua ini, bisikilah aku ketegaran agar melupakannya tanpa harus meniadakannya...
Cinta...kau selalu membuatku terpedaya...

Kamis, 24 Maret 2016

R E L A



Dinginnya malam bangunan aku

Yang tiba-tiba  teringat akanmu

Telah kucoba yang aku bisa

Untuk lupakan semua yang pernah ada

diantara kita..

Namun yang tercipta hanya siksa dan air mata.

Kusadari hadirmu telah sisakan luka

Karena aku tak mampu untuk menghapus rasa

Yang pernah ada.

Sungguh aku tak kuasa

Untuk lakukan semua.

Kini aku hanya bisa untuk selalu rela.

Biarlah cinta tetap cinta,

Tak akan kuingkari

di hati…

Meski kusadar
Kau bukan milikku lagi

YANG TERBAIK



Kadang aku terlalu menuntutmu
Untuk menjadi pribadi  yang sempurna,
Hingga aku lupa, kau juga manusia biasa
Percayalah, bukan maksudku
untuk menyakiti hatimu,
Bila ada ucapku yang melukai perasaanmu,
Semua karena keterbatasanku
dalam memahamimu.
Bantulah  aku untuk mengerti dirimu
Agar kau yakin akan kesungguhanku.
Sebab apapun dirimu
Kau adalah yang terbaik di hatiku

MAAFKAN AKU



Aku tau isi hatimu
Terpancar jelas dalam matamu
Tercermin tulus dalam sikapmu.
Lalu kucoba untuk membangun rasa
Dalam setiap waktu yang kita lalui bersama
Namun semuanya berlalu begitu saja.
Dan ternyata ku tak mampu untuk sekedar mencintaimu,
Maafkan aku…
Karena yang hadir hanya rasa sayang itu
Sungguh, tak pernah terfikir ‘tuk kecewakanmu
Hanya cinta bukan inginkan dirimu untukku.
Biarlah aku tetap menyayangimu
Seperti saat kita  selalau bersama,
Itu akan lebih indah…
Relakan semua seperti dahulu
Dan akupun kan setia sebagai sahabat sejatimu,
itulah janjiku! (27 Desember 2005)

I LOVE YOU



I love you        


When you wasn’t here
Since the last time we met
I have lost one part of my heart
But I just realize that
Now…
I know..i really love you

ps. ded 4 Eq.. (semifinalis Poetry contes USA September 2001 dan jadi 1 dr 33 terpilih untuk dipita / cd kasetkan (tp gagal karena surat pernyataan terlambat datang)
www.Poetry.com

HUJAN



Aku ingin riang sepertimu
Luruh bergesek angin, mencipta irama
Membentur bumi membuncah raga,
Hujan…
Adakah kau menyanyi, bersajak, ataukah  berpuisi?
Adakah kau menari, atau sebenarnya  kau sedang menangis…
sepertiku…?
Sungguh, aku ingin sepertimu
Luruh di dalammu
Agar tak tampak genangan kecil di sudut mataku
Sambil ku memelukmu
Atau, kau yang menyelimutiku sampai menggigil
Tapi aku bahagia, karena kau buat tangisku tiada
Hingga aku tertidur, lelap dalam mimpi…bermain hujan…
Tiba-tiba aku terbangun, tapi kau telah pergi
tapi aku janji akan menunggumu di sini
Sebelum air mataku jatuh lagi
Setiap  hatiku sedih dan letih
Datanglah lagi, aku di sini menantimu
Hujan…