Translate
Rabu, 17 Agustus 2016
Dirgahayu Indonesiaku!
Dirgahayu Indonesiaku.
Aku adalah jiwa bebas yang terpasung tradisi,
jiwa kuat yang tak mengerti,
mental tangguh yg harus terbenam sebelum bangkit mandiri.
Luka mengajari kekuatan dan jati diri.
Aku, masih perlu banyak belajar.
Aku sang demokratis yang berfikir luas untuk kemajuan tanpa henti, untuk jadi berarti!
Berfikir tanpa batas, berjiwa lepas, dan perasaan tak tertindas, menjadi mandiri
..itulah makna merdeka sejati
Sabtu, 11 Juni 2016
TENTANG RASA
Suatu hari, aku sudah lupa kapan waktunya...tiba-tiba dia menelpon dan mengirimiku sms. Gleg! mataku yang sipit seketika terbelalak ketika melihat nama yang tertera di pengirim sms. Ternyata dia, orang yang pernah diam-diam kukagumi. Dan hari-haripun berjalan sempurna dan indah, menemani dan ditemani, tertawa dan bercanda di sela waktu yang tersisa dari kelelahan bekerja... Lalu cerita pun mengalir seperti air... indah dan menenangkan... Tapi...seiring waktu, ternyata segalanya jadi kerontang dan gersang...ah ....kemarau telah datang... Mungkin kita harus menerima kenyataan, ada yang berbeda dan tak dapat disatukan... Meski kita pernah berkomitmen dengan jemari sambil berucap 'untuk selamanya' dan kulegalkan dengan anggukan kepala, ahhh.. ...sudah saatnya untuk merayu hati ini kembali seperti saat belum bersama.. Kuharap kita masih bisa mencari senyum yang renyah dan tawa riang diantara hati yang garing dan tak hangat lagi seperti dulu...
www.kompasiana.com/juli/tentang-rasa
CINTA INI
tak bisa hati ini mencari cara
tak sanggup dada ini menekan rasa
kau dekat di hadapanku, tapi ku terlalu luput dari jangkauan hatimu
aku tau ku bukan mimpimu
aku tau ku bukan bagian dalam kisah di diary mu
ku sadar ku bukan seseorang yang kan kau beri edelweis itu
tapi tak pernah tau...bahwa cinta ini terlanjur berhaluan padamu
meski kau tak peduli
walau kau selalu sakiti
bahkan kau sering tak peduli
kan ku biarkan cinta ini begini
sebab ku tau...sejak semula
cinta ini sudah seperti ini..
www.kompasiana.com/juli/cinta-ini
Minggu, 03 April 2016
CINTA ITU..
Cinta itu indah dan menakjubkan…
Memberi bahagia dan sejuta makna,, meski kadang tidak dipahami…
Selalu ada yang diharapkan, selalu ada yang dinanti
Dan ketika badai mengetuk pintu damai, tiba-tiba ujian dimulai...
SUNYI
Begitu sunyi
Di dada meranggas hampir tak bernafas
Sunguh ku terhempas
Tak ada lagi nyali di hati ini
Tak ada lagi harapan menanti
Tidak punya apa-apa
Ketika semua berpesta di luar sana
Kusepi di sini, seorang diri..
Tiada yang tau
Aku tak takut apa
Kecuali
Aku mati tanpa memiliki arti
Selasa, 29 Maret 2016
RAPUH
Aku selalu rapuh mengingat perjalananku
kenapa aku selalu berada di garis yang rabun
antara ada dan tiada
sampai detik ini
menyebut cinta tapi hanya tersisa luka
tertimbun siksa
mengiris asa
dan menghancurkan segala ketegaran yang kadang hanya sekedar sisa
adakah cara indah untuk menghilangkan luka
sekaligus untuk menghapus…cinta ?
SALAH
Temanku bilang aku sedang salah dalam mencintai…
Aku mencintai orang salah, tapi aku tidak merasa salah sama sekali
Apakah salah, bila aku salah mencintai?
Kenapa salah bila aku salah mencintai??
Bukankah cinta bukan perkara salah atau benar
Tapi bisa apa tidak menerima suatu kesalahan dan memberi kesempatan untuk tak lagi salah
Atau aku memang benar-benar salah???
Ah...mungkin benar, aku sedang salah.....
APAKAH INI
benarkah ini bukan cinta? Kalau iya, kenapa aku cemburu
saat bersama; atau ini hanya retorika? Kalau iya, kenapa ia memintaku
menunggu; atau ini hanya canda? Kalau iya, kenapa ia selalu
membayangiku; atau ini hanya fatamorgana? Kalau iya kenapa ia mengikatku
untuk selamanya.. Tuhan, berilah aku jawab itu...Siapakah dia
bagiku??.... meski hatiku merindu, tapi tak hangat lagi seperti dulu...
CINTA
Ah indahnya bersama dia malam ini, seperti malam sebelumnya. Lebih
indah lagi karena dia tak tau aku mengaguminya. Akh menyebalkan perasaan
ini, ketika hampir tak bisa menguasainya. Ketika aku menunggu untuk
sekian lama dan dia tetap tak ada (dulu). Tapi kini dia selalu ada
untukku..meski dia akan pergi, meski dia akan menghilang, meski ada
dinding menghalang. Tapi aku percaya dia terkirim untukku hari ini...
Aku suka ketika dia tertawa, kusuka ketika bernyanyi sambil melihatku, meski dia tak berkata lagu itu untukku.. Kusuka dia apa adanya..
Lagi-lagi aku hanya terbodoh duduk disampingnya, menikmati pesona kesederhanaannya yang kadang mengagumkan, pesona alaminya yang kuat..yang dulu kukira luar biasa ternyata hanya biasa. Dia memang sederhana namun itulah dia jadi sempurna..
Aku suka ketika dia tertawa, kusuka ketika bernyanyi sambil melihatku, meski dia tak berkata lagu itu untukku.. Kusuka dia apa adanya..
Lagi-lagi aku hanya terbodoh duduk disampingnya, menikmati pesona kesederhanaannya yang kadang mengagumkan, pesona alaminya yang kuat..yang dulu kukira luar biasa ternyata hanya biasa. Dia memang sederhana namun itulah dia jadi sempurna..
KAMU
Aku menyukai semua yang ada padamu, terlebih lucumu. Sebenarnya kamu rapuh tapi kulihat kau coba untuk utuh..
Selamat datang di dunia nyata..tempat berpijak sebenarnya.
Tempat dimana kau akan merasakan nikmatnya derita, indahnya nelangsa, dan manisnya nestapa. Duka tak bertuan, luka tak berkawan, cinta tak terlawan..
Inilah mimpi, cinta, harapan, bahkan kemunafikan...saling mengisi, melengkapi, bahkan meratapi..
Senyum,, kau akan bahagia karenanya. Itulah yang banyak kau punya...aku suka!!
Selamat datang di dunia nyata..tempat berpijak sebenarnya.
Tempat dimana kau akan merasakan nikmatnya derita, indahnya nelangsa, dan manisnya nestapa. Duka tak bertuan, luka tak berkawan, cinta tak terlawan..
Inilah mimpi, cinta, harapan, bahkan kemunafikan...saling mengisi, melengkapi, bahkan meratapi..
Senyum,, kau akan bahagia karenanya. Itulah yang banyak kau punya...aku suka!!
MENANTI CINTANYA
Entah apa yang aku rasakan. Segala rasa yang penuh emosi dan asa.
Selalu menanti dirimu berubah lebih manis dan indah. Menanti kesempatan
bertemu selalu, dan akhirnya menanti mendengarmu mengatakan cinta.
Ahh, sungguh sesak dan melelahkan. Kadang terlintas kenapa aku harus
memikirkanmu, sementara kamu tidak? Kenapa aku harus lelah sendiri
mengambang dan menanti yang tak pasti. Perasaan ini turun dan naik
seperti gelombang tsunami, dahsyat! bahkan sanggup melumpuhkan segala
memori indah tentang yang lain..
Kamu tidak menyadari telah melumat habis rasaku yang masih tersisa dalam kerapuhan, yang kusembunyikan dalam kumpulan senyum yang kadang hanya fatamorgana.
Berpura-pura kuat dan tidak membutuhkanmu adalah kebodohan yang sering kupelihara agar egoku tetap terjaga. Tapi ternyata sia-sia, karena hatiku hari ini sangat merana.
Oh,,,sang cinta, jangan pergi terlalu lama. Aku mau kita selalu bersama, agar ku tak lelah dalam pasungan hatiku yang tak bertepi padanya. Bila aku harus mengakhiri semua ini, bisikilah aku ketegaran agar melupakannya tanpa harus meniadakannya...
Cinta...kau selalu membuatku terpedaya...
Kamu tidak menyadari telah melumat habis rasaku yang masih tersisa dalam kerapuhan, yang kusembunyikan dalam kumpulan senyum yang kadang hanya fatamorgana.
Berpura-pura kuat dan tidak membutuhkanmu adalah kebodohan yang sering kupelihara agar egoku tetap terjaga. Tapi ternyata sia-sia, karena hatiku hari ini sangat merana.
Oh,,,sang cinta, jangan pergi terlalu lama. Aku mau kita selalu bersama, agar ku tak lelah dalam pasungan hatiku yang tak bertepi padanya. Bila aku harus mengakhiri semua ini, bisikilah aku ketegaran agar melupakannya tanpa harus meniadakannya...
Cinta...kau selalu membuatku terpedaya...
Kamis, 24 Maret 2016
R E L A
Dinginnya malam
bangunan aku
Yang
tiba-tiba teringat akanmu
Telah kucoba
yang aku bisa
Untuk lupakan
semua yang pernah ada
diantara kita..
Namun yang
tercipta hanya siksa dan air mata.
Kusadari hadirmu
telah sisakan luka
Karena aku tak
mampu untuk menghapus rasa
Yang pernah ada.
Sungguh aku tak
kuasa
Untuk lakukan
semua.
Kini aku hanya
bisa untuk selalu rela.
Biarlah cinta
tetap cinta,
Tak akan
kuingkari
di hati…
Meski kusadar
Kau bukan milikku lagi
Kau bukan milikku lagi
YANG TERBAIK
Kadang aku
terlalu menuntutmu
Untuk menjadi
pribadi yang sempurna,
Hingga aku lupa,
kau juga manusia biasa
Percayalah,
bukan maksudku
untuk menyakiti
hatimu,
Bila ada ucapku
yang melukai perasaanmu,
Semua karena
keterbatasanku
dalam memahamimu.
Bantulah aku untuk mengerti dirimu
Agar kau yakin
akan kesungguhanku.
Sebab apapun
dirimu
Kau adalah yang
terbaik di hatiku
MAAFKAN AKU
Aku tau isi hatimu
Terpancar jelas
dalam matamu
Tercermin tulus
dalam sikapmu.
Lalu kucoba untuk
membangun rasa
Dalam setiap waktu
yang kita lalui bersama
Namun semuanya
berlalu begitu saja.
Dan ternyata ku tak
mampu untuk sekedar mencintaimu,
Maafkan aku…
Karena yang hadir
hanya rasa sayang itu
Sungguh, tak
pernah terfikir ‘tuk kecewakanmu
Hanya cinta bukan
inginkan dirimu untukku.
Biarlah aku tetap
menyayangimu
Seperti saat
kita selalau bersama,
Itu akan lebih
indah…
Relakan semua
seperti dahulu
Dan akupun kan setia sebagai
sahabat sejatimu,
itulah janjiku! (27 Desember 2005)
Langganan:
Postingan (Atom)