Dimasa yang tak memilikmu
Aku goyang dalam ragu
Masih tetap ingin menggapaimu
Hingga badai fitnahpun belum reda
Aku tak takut untuk berharap
Kaupun pergi bawa misteri
Apakah masih berarti rasa ini padamu?
Dikala aku tau, suara keji itu hasil karyamu
Oh sungguh perih teramat kejam
Tak ada lagi beda antara cinta dan luka di hatiku
Bahkan bertahan.
Dendam hampir saja menjawabnya
Tapi, ternyata aku pilih
bertahan
Di jalan yang kulukis sendiri
Bersama air mata yang tersisa
Karena masih ada yang tak dapat kudusta
Sebab di hati untukmu masih ada cinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar